Pakan ternak alternatif pakan kambing

Sebuah inovasi pakan ternak kambing sederhana, menjawab tantangan di daerah panas dan kering

Sumberagung berkemajuan ,– Salah satu syarat penting bagi seseorang yang ingin serius terjun dalam dunia paternakan adalah memastikan ketersediaan pakan ternak yang mencukupi.
Hal tersebut bersifat mutlak untuk diperhatikan bagi peternak kecil maupun bagi peternak skala besar. Tanpa ketersediaan pakan ternak, impian menjadi peternak kambing yang sukses hanya akan menjadi sebuah impian.

Desa Sumberagung adalah salah satu desa di Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan yang letak geografisnya tidak jauh dari garis pantai laut jawa. Oleh karena itu, desa ini mempunyai karakteristik cuaca yang panas bahkan cenderung ekstrim ketika pada musim kemarau panjang.

Seperti yang terjadi disepanjang tahun 2015 ini, musim panas berlangsung cukup lama mengakibatkan banyak tanaman, rumput dan dedaunan hijau (ramban) yang biasanya dimanfaatkan petani/peternak konvensional sebagai pakan ternaknya menjadi kering dan semakin sulit didapatkan.

“Sekarang ini mencari ramban harus masuk ke hutan yang letaknya sangat jauh, dan hanya cukup untuk satu sampai dua hari saja”, ujar salah seorang peternak kambing di desa ini.

Sebagian besar peternak kambing di desa sumberagung sebenarnya adalah petani yang mempunyai beberapa ekor kambing untuk dipelihara dengan harapan bisa menambah penghasilan selain bertani. Banyak diantara mereka yang mengeluhkan masalah pakan untuk ternak kambingnya.

“walaupun kambing saya hanya tiga ekor, butuh waktu lebih banyak hanya untuk mencari ramban dan setelah itu masih harus mengurus lahan pertanian”, kata Bapak Khotib beberapa bulan yang lalu. Beliau adalah salah satu dari sekian banyak petani dan peternak di desa sumberagung yang merasakan kesulitan pakan ternaknya.

Semua kesulitan-kesulitan itu terjadi beberapa bulan yang lalu tetapi hari ini ketika tim kami berkunjung ke kandang tempat beliau memelihara kambing dan disana sudah ada 12 ekor kambing yang sehat dan gemuk sedang lahap menyantap pakan yang hanya hanya berupa dedaunan kering.

“Jumlah kambing saya 22 ekor, yang 10 ekor sudah laku menjelang idul adha kemarin untuk qurban dan aqiqoh, sekarang tinggal 12 ekor”, beliau menjelaskan sambil memberi pakan dedaunan kering.

Penasaran kami menanyakan bagaimana bisa dalam kondisi musim kemarau panjang ini dan pakan sulit dicari tetapi berani memelihara kambing sebanyak itu. Bapak dua anak ini menjawab. “saya sudah mencoba cara-cara baru untuk mengatasi kesulitan pakan dan sering gagal, tetapi cara yang ini sepertinya ada titik terang. Saya berencana untuk menambah jumlah kambing, masih proses memperluas kandang”. Sambil bercanda beliau menambahkan, “monggo kalau sampeyan ada dana dan mau ikut menambahkan jumlah kambingnya”.

Diakhir pertemuan beliau memyampaikan keinginannya untuk membagi pengetahuannya kepada yang lain.(bert)

Share halaman ini melalui :

2 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *