Pegiringan.desa.id

 

Sejarah Singkat Desa Pegiringan

Pegiringan adalah desa di kecamatan Bantarbolang, Pemalang, Jawa Tengah, Indonesia. www.sumberagung.comPegiringan salah satu desa di kecamatan Bantarbolang yang mempunyai bahasa yang khas di banding daerah lain di Pemalang, yaitu pengucapan vokal akhir (a) dibaca dengan (e) seperti pada kata jebeh, belah, sime dan sebagainya.

Desa pegiringan tergolong desa yang cukup maju dengan ditunjang akses utama Pemalang – Purwokerto. Roda perekonomian yang semakin pesat dengan banyak dibangunnya infrastruktur perdagangan di jalan-jalan yang menjadi akses utama desa tetangga yaitu desa Wangkaldoyong, Banjarsari dan wanarata. www.sumberagung.comketiga desa yang berada di belakang desa pegiringan dari akses utama kota. didesa pegiringan itu sendiri terbagi menjadi dua blok besar yaitu blok cokrah dan blok ndukuh,yang masing-masing mempunyai perkembangan yang pesat, dari perekonomian dan pertanian, diantaranya banyaknya dibangunya tempat perdangan yang banyak disebutnya pasar kaget atau pasar janggleng. untuk sarana prasarana seperti TPQ dan Madrasyah Diniyah dan banyak lagi ‘rumah belajar’ yang menyediakan berbagai buku-buku pengetahuan dan keterampilan untuk kalanagan anak-anak yang masih duduk dibangku sekolah banyak didirikan oleh individu maupun yang dari instansi pemerintah. www.sumberagung.comtidak kalah pentingnya usaha para petani selama ini menurut catatan desa kenaikan penghasilan para petani meningkat 75% dari tahun sebelumnya. Disamping faktor alam yang mendukung pemerintah daerah juga ikut peran serta dengan penyuluhan petani setiap sebulan sekali untuk survey perkembangan dan pengetahuan untuk penanggulangan kegagalan pertanian akibat hama.

Desa pegiringan tergolong desa yang cukup makmur dengan pertanian dan roda perekonomian, www.sumberagung.comhal tersebut ditunjang oleh kerja keras seluruh masyarakat desa pegiringan yang sebagian besar adalah perantau dijakarta dan sekitarnya,banyak hal yang berkembang didasari oleh permodalan yang tidak sedikit pengorbanan, bermodalkan ketekadan dan kemauan keras untuk mengadu nasib demi menghidupi keluarga dirumah, perantau banyak menciptakan perekonomian baru dengan hasil materi dan ilmu pengalaman dikota rantau. www.sumberagung.commasyarakat berlomba-lomba mengembangkan pengelaman kerja untuk ditanamkan di desa pegiringan.tidak kalah pentingnya aset produktif seperti membeli sawah dan kebun dan menanamkan modal kepihak pengusaha-pengusaha kecil didesa pegiringan untuk bagi hasil.menurut catatan survey 40% penduduk desa pegiringan menjadi perantau.

Dari segi pemerintahan sejak penjajahan Belanda sampai dengan tahun 1944 Pegiringan dipimpin oleh Mbah Sambung, Lurah yang sampai sekarang belum diketahui tahun menjabatnya yakni :

Sejarah Pemerintahan Desa

Share halaman ini melalui :

One comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *