Manduang.desa.id

Website desa manduang kecamatan Klungkung
Website desa manduang kecamatan Klungkung

Dilihat dari pola Desa Manduang yang berbentuk linier, maka bisa dipastikan bahwa wajah Desa Manduang yang sekarang ini tidak lagi seperti aslinya dahulu, melainkan telah banyak mengalami perubahan. website desaHal ini dapat dibuktikan dengan adanya peninggalan-peninggalan seperti bekas jalan yang sekarang dikenal dengan nama Tungging. Jalan ini dahulu menghubungkan Desa Manduang dengan Desa Akah. website desaJadi jalan yang menghubungkan Desa Besang yang sekarang bernama Semarapura Kaja dengan Desa Manduang dahulunya tidak ada. website desaHal ini membuktikan pula bahwa Desa ini lebih dulu ada dari pada Desa Besang (Semarapura  Kaja) Perubahan-perubahan itu terjadi khususnya pada penjajahan Belanda, yang diwariskan sampai sekarang.

A.  Asal Usul Nama Desa Manduang.

Penduduk asli Desa Manduang sebenarnya tidak ada, sebab yang berdiam di Desa Manduang sekarang semua merupakan penduduk pendatang. website desaTetapi sebagai perintis pertama atau pemula adalah penduduk yang sekarang bertempat di Banjar Kaleran. Kemudian disusul oleh Banjar Guliang (Banjar Tengah), Banjar Kanginan, Banjar Tubuh, Banjar Gingsir dan Banjar Jero. Untuk melihat, sejarah berdirinya Desa Manduang, merupakan sejarah timbulnya banjar-banjar itu sendiri yang merupakan wilayah Desa Manduang.website desa

 

1. Banjar Kaleran.

Di Desa Manduang ditemukan dua buah peninggalan purba kala yakniwebsite desa: Lingga dan Patung Dewa Gana. Lingga adalah sebuah tugu berbentuk lonjong bersegi delapan terbuat dari batu. Lingga merupakan perlambang purusa atau laki-laki. Patung Dewa Gana (Dewa Berkepala Gajah), ditemukan pada tempat yang sama dengan peninggalan pertama, yakni website desa: pada sebuah tempat yang disebut Sulang Ai. Patung ini dibuat dari tanah liat, menggambarkan seorang Desa yang sedang duduk dalam sikap semadi, silasana. Menurut jawatan purbakala, peninggalan ini diperkirakan berasal dari abad XIV, sebab bentuk dan bahan yang digunakan yang ditemukan dipulau Jawa (peninggalan nama kerajaan Majapahit, abad XIII). website desaTetapi jauh sebelum masa pembuatan kedua patung itu, diperkirakan telah ada sekelompok masyarakat yang berdiam disebelah utara Desa. website desaKelompok ini membentuk sebuah Banjar yang pada saat ini disebut Banjar Tegal. Mereka inilah yang dianggap sebagai penduduk asli Desa Manduang. Kedatangan kelompok ini diperkirakan sudah sangat lama, sehingga tidak jelas diketahui abad dan tahunnya. Mereka membuka tanah untuk pertanian dan ladang. Pada waktu itu, masyarakat ini masih terlalu kecil untuk disebut Desa. Sekarang Banjar Tegal telah dirubah namanya menjadi Banjar Kaleran.

2. Banjar Tengah

Timbulnya Banjar Tengah berkaitan dengan adanya perselisihan antara Gusti Agung Maruti dengan Dalem Di Made. website desaNamun perselisihan pertama yang terjadi, akhirnya dapat didamaikan. Ketika terjadinya perselisihan yang kedua, maka Dalem Di Made mundur kebarat menuju daerah Guliang. website desaSetelah tiba di Guliang, raja merasa aman dan memutuskan untuk tinggal sementara disana. Selama pengungsian itu, ternyata pengikut beliau yang jumlahnya 300 orang ada yang sampai disuatu tempat yang sekarang di sebut Banjar Tengah.Karena mendengar bahwa raja telah sampai di Desa Guliang, Bangli dan sudah merasa aman, pengikutnya yang berdiam di Banjar Tengah sekarang, pada waktu itu mendirikan sebuah Banjar yang disebut Banjar Guliang, sebagai bukti kesetiaan mereka kepada rajanya.

3. Banjar Kanginan.

Berselang beberapa waktu kemudian, setelah putra Dalerm di Made dewasa, yakni yang bernama Dewa Agung Jambe dan Dewa Agung Mayun. Atas Kesepakatan Ki Gusti Sidemen, Panji Sakti, dan Jambe Pule untuk mempertahankan agar keturunan dari dinasti Kepakisan (Dalem di Made keturunan Kepakisan) website desamaka disusunlah suatu rencana untuk perebutan kembali tahta Kerajaan Gelgel yang dikuasai oleh Gusti Agung Maruti.

Dalam penyerangan itu, yang dipimpin oleh tiga orang tersebut diatas, kekuasaan  Gusti Agung Maruti dapat dikuasai kembali dan Gusti Agung Maruti sendiri melarikan diri menuju daerah Jimbaran, terus ke Desa Kapal, dan akhirnya sampai di Hutan Rangkan. website desaDisinilah Gusti Agung Maruti mendirikan pemukiman baru yang disebut Desa Keramas sekarang.

Atas kemenangan inilah putra Dalem di Made yang bernama Dewa Agung Jambe diangkat sebagai raja yang berkedudukan di Semara Jaya, dan Dewa Agung Mayun sebagai wakil Raja berekedudukan di Tampak Siring.website desa Pada waktu itu mulai berdirinya kerajaan Semara Jaya yang lebih dikenal dengan Kerajaan Klungkung. Berselang waktu berikutnya, datanglah utusan dari raja Klungkung untuk memimpin masyarakat di Banjar Guliang Mereka inilah menempati wilayah yang sekarang diberi nama Banjar Kanginan.

4. Banjar Tubuh.

Kedatangan warga kebon tubuh di Desa Manduang adalah akibat dari tekanan Gusti Agung Maruti yang telah menguasai Gelgel.website desa Disamping itu, warga tubuh tidak boleh menunjukkan identitas sebagai Gusti. Sebagai akibat tindakan Gusti Agung Maruti, terjadilah pengungsian warga Kebon Tubuh ke Desa Manduang dan mendirikan banjar yang sesuai dengan silsilah yang disebut Banjar Tubuh.

5. Banjar Gingsir.

Banjar ini timbul karena adanya suatu perselisihan antara kasta Kesatria (Pradewa) dengan kasta Sudra di Banjar Kanginan, maka orang-orang Sudra tersebut kemudian pindah keutara (megingsir), sehingga disebut Banjar Gingsir.

6. Banjar Jero.

Banjar Jero ini timbul karena di dalam Banjar Kanginan timbul lagi perselisihan antara saudaranya yang memegang kekuasaan dengan yang tidak memegang keuasaan,website desa maka yang memegang kekuasaan memisahkan diri membentuk suatu Banjar yang disebut Banjar Jero.

Demikianlah asal-usul timbulnya atau terbentuknya Banjar di Desa Manduang. website desaHal ini penting untuk menunjukkan latar belakang sebagai kemungkinan dari nama Manduang.

 

B. Penafsiran asal-usul sebutan Manduang.

Mengenai asal usul kata Manduang, ada suatu penafsiran. Ditinjau dari etimologi, maka Manduang berasal ” Manda ” dan ” Wang ” atau ” Wong”. Manda berarti gelombang atau tahap, website desasedangkan Wong berarti orang atau manusia. Jadi kalau diterjemahkan secara bebas, maka arti kata Manduang adalah orang-orang yang datang secara bertahap atau begelombang. Kemudian jika kita melihat dari asal usul berdirinya Banjar-banjar di Desa Manduang, maka penafsiran ini boleh dikatakan sangat mendekati kebenaran. Sebab orang-orang yang mendiami Desa Manduang, kedatangannya ke daerah ini memang secara bertahap.

C. Kesimpulan.

Setelah melihat sejarah singkat asal usul nama Desa Manduang, maka dapat disimpulkan bahwa Desa ini merupakan Desa yang telah tua. Penduduk Desa Manduang adalah pendatang, yang berasal dari daerah-daerah yang memiliki adat dan kebiasaan yang berbeda-beda. website desaSehingga Desa Manduang ini terdiri dari 3 ( tiga). Dusun (yang sekarang bernama Banjar Dinas) dan 6 (enam) Banjar Adat, yaitu :

  1. Banjar Dinas   Kaleran,  terdiri  dari 2 (dua)   Banjar  Adat  yaitu : Banjar Kaleran  dan Banjar Gingsir.
  2. Banjar  Dinas  Tengah, terdiri  dari  3 (tiga)  Banjar  Adat,  yaitu : Banjar Tengah, Banjar Kanginan dan Banjar Jero.
  3. Banjar DinasTubuh hanya ada 1 ( satu) Banjar Adat, yaitu Banjar Tubuh.

 


Sumber : manduang .desa.id


Daftar Desa yang sudah menggunakan domain .desa.id

Share halaman ini melalui :

2 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *