putat-patuk.desa.id

Desa Putat | Sejarah Desa

Website desa Putat Kec. Patuk Kab. Gunungkidul
Website desa Putat Kec. Patuk Kab. Gunungkidul

Belum diketahui secara pasti ataupun tertulis dengan jelas kapan, siapa dan bagaimana asal usul adanya desamu Desa Putat. Namun berasal dari cerita moyang yang diketahui dengan cerita dari mulut ke mulut bisa digambarkan bahwa asal muasal daerah Putat adalah babat alas untuk membuat daerah pemukiman baru.

Berawal dari sebuah kawasan hutan atau alas, konon untuk membuka daerah tempat tinggal baru desamu dilakukan babat alas dengan membakar hutan tersebut. Selama proses pembakaran hutan tersebut seluruh tanaman yang ada di hutan hangus terbakar. Namun ada satu jenis pohon yang tidak terbakar pada saat itu, yaitu pohon putat. Sehingga daerah hutan yang selesai dibakar tersebut desamu diberi nama Putat.

Artikel ini dicopy dari website desa. putat-patuk .desa.id

Adapun letak awal pohon putat tersebut adalah di daerah yang sekarang ini dikenal sebagai desamu Putat Wetan dan menjadi salah satu bagian Padukuhan dari Desa Putat.

Dalam perkembangannya, Putat menjadi sebuah desa dengan sembilan padukuhan, yaitu :

  1. Batur;
  2. Bobung;
  3. Kepil;
  4. Plumbungan;
  5. Sendangsari;
  6. Gumawang;
  7. Putat Wetan;
  8. Putat I; dan
  9. Putat II.

Konon, Putat I dan Putat II adalah satu padukuhan yang bernama desamu Putat Kulon. Ini sesuai dengan adanya Padukuhan Putat Wetan yang berasal dari Putat dan menjadi logis ketika ada wilayah bernama Putat Kulon. Sebagai respon atas perkembangan masyarakat dan luasnya daerah Putat Kulon maka dipecahlah wilayah tersebut menjadi dua padukuhan kemudian berganti nama menjadi Putat I dan desamu Putat II.

Sampai sejarah singkat ini dipublikasikan, admin Web Desa Putat selalu berusaha untuk menghimpun informasi mengenai sejarah desa ini agar bisa menjadi informasi yang valid. Termasuk Tokoh Pelaku Sejarah yang membuka hutan ini menjadi sebuah desa.

VISI DAN MISI

VISI

TERBENTUKNYA PEMERINTAH desamu DESA YANG PROFESIONAL, TRANSPARAN, JUJUR DAN RESPONSIF DALAM MENGEMBAN TUGAS DAN KEWAJIBAN DEMI TERWUJUDNYA MASYARAKAT YANG MANDIRI DAN SEJAHTERA

MISI

MEWUJUDKAN PEMERINTAH DESA YANG PROFESIONAL, JUJUR, TRANSPARAN DAN RESPONSIF

MEWUJUDKAN desamuDESA PUTAT SEBAGAI TEMPAT PERTUMBUHAN EKONOMI MELALUI PEMANFAATAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN SUMBER DAYA ALAM SECARA MAKSIMAL, PEMANFAATAN POTENSI DESA SEBAGAI TEMPAT WISATA KERAJINAN DAN PEMBENTUKAN DESA WISATA MANDIRI

MEWUJUDKAN MASYARAKAT YANG PARTISIPATIF DAN AKTIF DALAM PEMBANGUNAN DAN MANDIRI MELALUI PEMBINAAN, PENGARAHAN DAN PERLINDUNGAN
MEWUJUDKAN PENGEMBANGAN DUNIA USAHA MIKRO DAN KOPERASI MELALUI PENINGKATAN ETOS KERJA MASYARAKAT desamu DENGAN KUATNYA IKATAN KEGOTONG-ROYONGAN

DESA PUTAT BERBUDI
” GUYUP RUKUN AMBANGUN DESO ”
DESA PUTAT BERSAMA MASYARAKAT SIAP MENSUKSESKAN PROGRAM PEMBANGUNAN

B : BERSIH
E : ELOK
R : RUKUN
B : BERBUDAYA
U : UNGGUL
D : DINAMIS
I : INDAH

Bahwa dengan berbudi masyarakat Desa Putat akan menciptakan suatu sistem norma yang memungkinkan kerjasama antar para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya;
Berbudi terkandung mengandung makna masyarakat Desa Putat memiliki moral, perilaku dan watak santun serta memiliki untuk mempersatukan masyarakat;
Memiliki budi pekerti dan sopan santun dalam mengelola sumber daya alam dan menerima perkembangan teknologi modern tanpa meninggalkan ciri khas budaya asli yang perlu dilestarikan.

” GUYUP RUKUN AMBANGUN DESO ”

Bahwa segala sesuatu yang dilakukan untuk membangun desa dilakukan dan dikerjakan secara bersama dan gergotong royong tanpa mengharapkan imbalan.
Kegotongroyongan merupakan landasan fundamental untuk mencurahkan segala kemampuan tanpa dibebani suatu tuntutan materi dalam membangun desa.

PENGABDIAN PRINSIP UTAMAKU


Daftar Desa yang sudah menggunakan domain .desa.id

Share halaman ini melalui :

One comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *