Selisihan.desa.id

logo-website-desa-selisihan-kabupaten-klungkung
logo website desa selisihan kabupaten klungkung

Sampai sekarang belum ada data yang kongkrit mengenai sejarah Desa Selisihan. Namun berdasarkan penjelasan/keterangan dari beberapa pemuka desa desamu dapat disampaikan bahwa adanya rombongan Betara Dalem dari Bukit Buluh (di daerah Gunaksa) Beliau melihat adanya Beringin Kembar di hutan Ea, karena banyak pohon Ea. desamu Beliau bermaksud untuk mencari tempat tinggal. Mulailah melakukan perabasan/penebangan hutan yang sampai kepada suatu tempat/ bukit. Karena tempatnya di ujung (nangguang) tempat tersebut tidak disetujui, sehingga ditinggal. desamu Daerah yang ditinggal tadi disebut Manduang yaitu Desa Manduang sekarang. Beliau beserta rombongan terus menebang hutan kearah utara setelah meninggalkan daerah Manduang. desamu Di daerah yang baru ini juga tidak disetujui (ten kekanggeang). Daerah ini sekarang sudah menjadi daerah persawahan yang dinamakan sawah tentenan.

Artikel sejarah desa ini di copy dari website desa selisihan.desa.id

Penebangan dilanjutkan kearah barat desamu (nyeluk kauh) ketemu tanah tuh garing. Daerah tersebut sekarang sudah menjadi sawah yang disebut sawah/carik celuk dan desamutanah keringnya disebut tegal tuhgaing. Beliau bersama rombongan / pengikutnya terus merambas hutan kerah keselatan dan membabat tempat tinggal/pelinggih (puri). Baru tinggal sekitar 1 bulan tepat pada hari Purnama di tempat tersebut keluar mata air (medal tirta). Karenanya daerah desamu tersebut dinamai tirta bulan /yeh bulan. Selanjutnya terus mengadakan penebangan hutan (ngusehang) arah kebarat menuju bukit yang sekarang disebut tegal usam. Disana beliau nyinahang/ngaksiang beringin kembar. Dari bukit tersebut benar (jakti) kelihatan beringin kembar tersebut. Dan daerah desamu ini disebut daerah bukit jati, maka pura/ tempat suci yang dibuat oleh masyarakat Timuhun disebut Pura Jati.

Penebangan hutan dilanjutkan kearah selatan desamu sampai di Paku Aji. Dari sana perjalanan dilanjutkan ke daerah yang disebut Gunung Kawi. Karena sudah malam, rombongan kembali ke Puri (ke Yeh Bulan). Kelanjutannya penebangan hutan menuju kearah barat desamu. Tempat yang dituju letaknya agak miring kebarat (tanah nyerogsog/suuh kauh). Karenanya sekarang bernama sawah/carik serogsogan. Selanjutnya penebangan dilanjutkan kearah barat (menek kauh) dan menemukan batu datar/ lempeh kena sinar. Disana rombongan kena bencana. Banyak pengikut beliau yang meninggal. Akhirnya mohon Doa restu ( mepinunas/ Ngastawa), desamu mohon keselamatan. Daerah ini disebut daerah petapan (sekarang dinamakan Banjar Tapan). Rombongan kembali ke Puri/ Yeh Bulan. Penebangan dilanjutkan terus menuju kearah selatan. desamu Baru ditemukan beringin kembar yang sekarang terdapat Di Desa Aan (di Pura Puseh). Rombongan kembali lagi ke Puru/ Yeh Bulan. Baru beliau membuat tempat suci yang dinamakan Pura Dalem yang bertempat di daerah kikian (sekarang carik kikian), karena dulunya banyak hutan/alas penyalin/kikian. Rombongan selanjutnya menuju ke tempat beringin kembar.

Didalam rombongan terdiri dari Pasek Dangka dan desamu Pasek Gaduh. Mereka disuruh memindahkan desa kearah utara (nyisihang ke utara) sehingga sekarang dinamakan desamuDesa Selisihan. Pura Dalem pun pindah kearah utara yaitu di tempat sekarang. Tempat tinggal puri dulu, sekarang sudah menjadi sawah/carik yang disebut ume desa. Pura Dalem letaknya jauh dari kuburan, karena pura Dalem tersebut dulu milik Betara Dalem.

Demikianlah sejarah singkat desamu mengapa disebut desa Selisihan.


Daftar Desa yang sudah menggunakan domain .desa.id

Share halaman ini melalui :

One comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *